Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Januari 2011

Di manakah kita ????

Aku khawatir terhadap suatu masa

yang rodanya dapat menggilas keimanan.

Keyakinan hanya tinggal pemikiran,

yang tak berbekas dalam perbuatan.

Banyak orang baik tapi tak berakal,

ada orang berakal tapi tak beriman.

Ada lidah fasih tapi berhati lalai,

ada yang khusyuk tapi sibuk dalam kesendirian.

Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis.

Ada ahli maksiat yang rendah hati bagai sufi.

Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat

Dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat.

Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat

Dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut.

Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan

Dan ada pelacur yang tampil jadi figur.

Ada orang berilmu tapi tak paham,

ada yg paham tapi tak menjalankan.

Ada yang pintar tapi membodohi,

ada yg bodoh tak tahu diri.

Ada orang beragama tapi tak berakhlak

Dan ada yang berakhlak tapi tak bertuhan.

Lalu di antara semua itu di mana kita berada?

-ustad RAHMAT AZIS-

Rabu, 28 April 2010

Tuk Yang Lagi Cari Jodoh…

" TOKO CALON SUAMI "

ml0047

 

Sebuah toko yang menjual calon suami baru saja dibuka di New York dimana wanita dapat memilih calon suaminya. Di antara instruksi2 yang ada dipintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut."Anda hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI" Toko tersebut terdiri dari 6 lantai di mana setiap lantai akan menunjukkan sebuah calon kelompok calon suami. Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai lelaki tersebut.

Bagaimanapun, ini adalah semacam jebakan. Kamu dapat memilih lelaki dilantai tertentu atau lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengansyarat tidak bisa turun ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar daritoko..Lalu, seorang wanita pun pergi ke toko "suami" tersebut untukmencari calon suaminya.

LANTAI 1 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat pada Tuhan. Wanita itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

LANTAI 2: Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, dan senang anak kecil Kembali wanita itu naik ke lantai selanjutnya.

LANTAI 3: Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan,senang anak kecil dan cakep banget.'' Wow'', tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik. Lalu sampailah wanita itu di lantai 4 dan terdapat tulisan

LANTAI 4: Lelaki di lantai ini yang memiliki pekerjaan, taat padaTuhan, senang anak kecil, cakep banget dan suka membantu pekerjaan rumah.''Ya ampun !'' Dia berseru, ''Aku hampir tak percaya.''Dan dia tetap melanjutkan ke lantai 5 dan terdapat tulisan seperti ini:

LANTAI 5: Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan,senang anak kecil,cakep banget,suka membantu pekerjaan rumah, dan memiliki rasa romantis. Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah terus ke lantai6 dan terdapat tulisan seperti ini:

LANTAI 6: Anda adalah pengunjung yang ke-4.363.012.Tidak ada lelaki di lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata bukti untuk wanita yang tidak pernah merasa puas..Terima kasih telah berbelanja di toko "Suami".Hati-hati ketika keluar toko dan semoga hari yang indah buat anda.

dr milis DT

 

“Nyindir saya nih kayaknya..wkwkwkwk…”

Sabtu, 24 April 2010

Jika Hidup Untuk Ibadah..

Jika Hidup Tidak untuk Ibadah

 

Terus Aku mau ngapain?
Aku pergi pagi 
Dengan semangat mencari duniawi 
Jika angkot macet, langsung berganti sewa taksi
Agar harta buruan tidak beralih dari sisi 
Aku pulang malam
Dengan jasad yang kelelahan 
Sampai di rumah mendekam sampai pagi datang
Mungkin Aku lupa 
Rasulullah saw bagaikan rahib di malam hari 
Dan menjadi singa di siang hari 
Sementara Aku 
Tak peduli siang tak peduli malam 
Yang penting dunia dalam genggaman
Sahabat sedikit aku ingin renungkan
Apa sih yang ingin kugapai sampai harus membanting tulang 
Apa sih yang ingin kubangun hingga pagi datang 
Apa sih yang ingin kuraih hingga tubuh begitu meradang 
Jujur saja, untuk urusan perutku bukan?
Buat beli martabak atau nasi 
Masuk perut dan kemudian raib menjadi kotoran 
Jujur saja, untuk urusan rumah tempat Aku tinggal bukan?
Buat beli keramik, AC ataupun busa
Dinikmati, rusak, ganti lagi tak berkesudahan 
Jujur saja, untuk urusan kesenangan anak-anak yang Aku rindukan bukan?
Buat pakaian, mainan, ataupun poster-poster idaman 
Dinikmati, menghilang dari pandangan 
Jika Aku hidup hanya untuk itu semuanya 
Maka harga diriku 
Nilainya sama dengan apa yang Aku makan 
Nilainya sama dengan apa yang Aku keluarkan dari perut hitam 
Nilainya sama dengan apa yang Aku rindukan 
Karena jasadku tak ubahnya tembolok karung
Tempat penyimpanan semua makan yang Aku makan 
Karena jasadku tak ubahnya perekat 
Tempat semua kesenangan dunia melekat 
Sepekan, setahun, sewindu Aku bangun sejuta pundi uang 
Ternyata Aku lupa bahwa kelak yang ku bangun itu pasti ku tinggalkan 
Ternyata Aku lupa bahwa tempat tinggalku sesudahnya hanya lubang yang kelam 
Tapi sahabat 
Jika engkau hidup untuk ibadah 
Tidak ada setitik harapan pun yang kelak dirugikan 
Tiada seberkas amal pun yang tiada mendapat balasan 
Tapi di dalamnya penuh ujian dan batu karang 
Dan engkau harus yakin penuh akan janji Allah
Tapi di dalamnya tidak lekas kau dapatkan keindahan
Dan engkau harus yakin bahwa inilah jalan kebaikan
Sahabat 
Janganlah terlena dengan kesenangan fana 
Janganlah terlena dengan gemerlapnya dunia 
Itulah yang Allah berikan sebagai hak para musyrikin di dunia 
Tiada usah kamu iri dan berpikir tuk hanyut bersamanya 
Karena kau tahu kehidupan mereka sesudahnya adalah neraka 
Dan mereka kekal di dalamnya 
Sahabat 
Jangan sia-siakan hidup di dunia 
Bangun rumah ibadah 
Jika kau diluaskan harta, kembalikan di jalan Allah 
Jika kau diluaskan waktu, hibahkan di jalan ibadah 
Jika kau diluaskan tenaga, berikan untuk lapangnya jalan dakwah 
Jika kau diluaskan pikiran, gunakan untuk merenungi ayat-ayat-Nya 
Jika kau diluaskan usia, maksimalkan berikan yang terbaik untuk-Nya 
Sahabat 
Jalan ibadah inilah yang membedakan kita 
Dengan para pendusta ayat-ayat-Nya 
Dan jika engkau hidup di dunia ini tidak untuk tegakkan risalah-Nya 
artinya Akupun sama dengan mereka 
Yang lebih menyukai neraka ketimbang surga 
Dan jika engkau hidup di dunia ini sebagai tujuan 
Ingatlah bahwa tak lama lagi ruhkupun bakal dicabut dari raga 
Karena 
Ternyata Aku akan sama dengan ayam 
Yang pergi pagi pulang petang 
Kurang petang tambahin nyampe tengah malam--
Tapi masih mendingan ayam 
Karena ia rutin bangun sebelum adzan 
Dan teriakkan lagu keindahan
Tapi kamu 
Rutin subuh setengah delapan 
Apalagi kalo akhir pekan 
Bisa jadi subuh hengkang dari pikiran 
Tapi masih mendingan ayam 
Karena ia berani pilih makanan yang ia inginkan 
Tapi Aku 
Aku embat semua yang ada di hadapan 
Tidak peduli daging, tumbuhan, ataupun batu hitam 
Naudzubillah ..... 
Mudah-mudahan Allah masih berkenan menatap kita, Saat ini.... 
Hanya sekedar menatap kita, tak lebih 

 

Digubah dari puisi "Jika Hidup Tidak Untuk Dakwah" by Agus Sudjarwo

Selasa, 16 Juni 2009

Biar Shopping Gak Kebablasan

Cewek mana sih yang gak suka shopping?Hayooo…ngaku aja.Terutama diriku ini kalau soal belanja bisa seharian dan gak ada capeknya (selama shopping itu ), kalau sudah pulang ke rumah baru deh ngeluh pegel dan capek.

Gak terkecuali muslimah2 nya loh, siapa bilang sudah bermetamorfosir jadi akhwat ( emang dulu bukan akhwat ? ) hobby shopping nya bisa hilang?Gak dong, biar bagaimana akhwat kan juga manusia.Nah, kebetulan dapat artikel menarik dari situs muslimah favoritku.Aku suka banget situs oni karena artikel2nya lengkap, tampilannya cantik dan sederhana serta bahasanya gampang dimengerti.

Nih artikelnya , tapi jangan lupa berkunjung ke situs aslinya yah…!!!!

Asyiknya Belanja, Jangan Sampai Lupa…

Penyusun: Ummu Asma’
Muraja’ah: Ust. Aris Munandar

Belanja.

Siapa tak kenal aktivitas yang satu ini? Dari anak kecil hingga lanjut usia, baik laki-laki maupun wanita pasti mengenalnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak orang tergila-gila belanja atau shopping hingga mereka rela menghabiskan waktu berjam-jam lamanya di mall, supermarket, swalayan atau bahkan pasar. Belanja memang merupakan kebutuhan yang mengharuskan wanita untuk keluar dari rumahnya.

Islam tidak melarang wanita untuk keluar dari rumahnya karena pada asalnya keluar rumah adalah dibolehkan sebagaimana suatu kaidah, “Hukum sarana yang mubah itu tergantung tujuannya.” Begitu pula, keluar untuk berbelanja, baik ke pasar maupun ke pusat-pusat perbelanjaan lainnya merupakan suatu hal yang terkadang sulit untuk dihindari. Namun kaidah ini hanya berlaku apabila keluar rumah menjadi suatu kebutuhan yang mendesak atau sangat penting. Tentu saja tanpa melupakan hal-hal penting yang harus dipenuhi ketika seorang muslimah keluar dari rumahnya, seperti menutup aurat, tidak berhias (tabaruj), tidak campur baur laki-laki dan perempuan, dll.

Jika kita ingat pelajaran ekonomi, kita akan banyak bertemu dengan kata pasar. Istilah pasar didefinisikan sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli dalam rangka melakukan transaksi jual beli. Tentu saja kita mengetahui bahwa ketika ada aktivitas jual beli, maka di sana terdapat akad atau perjanjian antara si penjual dengan pembeli yang dinamakan ijab dan qabul. Lalu apa hubungannya akad ini dengan belanja? Tentu saja ada hubungannya. Akad inilah yang akan menentukan sah atau tidaknya jual beli yang kita lakukan.

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashr As-Sa’di dalam kitab beliau Manhajus Salikiin (Bab Kitab Jual-Beli hal. 139) menyebutkan bahwa asal dari hukum jual beli adalah halal. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya, “Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (Qs. Al-Baqarah: 275)

Jual beli adalah sesuatu yang dihalalkan oleh Allah apabila terpenuhi syarat-syaratnya, yaitu:

  1. Keridhaan kedua belah pihak yaitu penjual dan pembeli
  2. Barang yang diperjualbelikan dapat diserahterimakan
  3. Pelaku jual beli adalah orang yang memenuhi syarat, yaitu baligh dan melakukannya dengan sadar atau tidak gila.
  4. Tidak mengandung unsur riba
  5. Tidak memperjualbelikan sesuatu yang haram secara syar’i

Hati-hati, Ada Setan!

Kita dapat menyaksikan segala kejelekan di pasar dengan penglihatan dan pendengaran kita. Begitu kita masuk pasar, maka ucapan-ucapan kasar bahkan umpatan penjual yang dagangannya tidak jadi dibeli akan mampir di telinga kita. Sepanjang perjalanan kita akan mengetahui ada saja orang yang menipu demi mendapatkan keuntungan. Pembeli akan berkata, “Tadi saya membeli di penjual A dengan harga empat ribu, kok di sini enam ribu!” padahal penjual A tidak menjual dagangannya dengan harga empat ribu tapi tujuh ribu rupiah dan si pembeli ini tidak pernah menawar dagangan si A.

Tidak hanya pembeli yang ingin ambil untung, penjual pun tak kalah taktik. “Tapi mangga saya kan besar-besar dan dijamin manis! Boleh dicobain kok!” Padahal semua mangganya karbitan dan ketika si pembeli mencicipi mangganya dipilihkan sampel yang manis dan tidak mewakili dagangannya. Akhirnya sampai di rumah pembeli merasa tertipu dan dirugikan. Intinya, mereka benar-benar berusaha menerapkan prinsip ekonomi “Meraih keuntungan sebesar-besarnya dengan modal yang sekecil-kecilnya”. Mereka tak peduli lagi meski aktivitas yang semula halal berubah menjadi haram akibat menabrak rambu-rambu syari’at. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya, “

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi.” (Qs. Muthaffifin: 1-2)

“Itu kan di pasar,” mungkin ini pernyataan sebagian orang. Tapi, siapa bilang di mall, di supermarket atau toko kecil sekalipun setan tidak akan mengambil peran? Ketika kita berjalan-jalan di mall atau supermarket, tak jarang kita melihat wanita-wanita muda berdandan cantik dan dengan PD-nya berlenggang mengenakan busana yang serba “irit”. Pemandangan ini saja sudah cukup mengganggu kita sebagai wanita, apalagi bagi laki-laki! Sering dalam hati terbetik, sungguh kasihan saudari-saudari kita ini yang tanpa sadar telah sukarela mempersilahkan laki-laki melihat kecantikan mereka dan menjadikan mereka sebagai obyek. Mungkin ada yang berdalih, “Ah, itu kan tergantung orangnya!” Namun yang jelas, hati laki-laki mana yang tidak akan tergoda?? Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya, “

Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59)

Terlupa Karena Asyiknya Berbelanja

Islam adalah agama yang penuh hikmah serta kesempurnaan, sehingga Rasulullah pun telah mengajarkan kepada kita berbagai etika dalam kehidupan, bahkan adab ketika di pasar.

  1. Hendaknya senantiasa berdzikir kepada Allah di saat masuk pasar. Sebagai seorang muslimah, tentunya keseharian kita tidak boleh lepas dari do’a. Bahkan Allah telah memerintahkan kita untuk berdo’a dan menyebut orang yang enggan berdo’a sebagai orang yang sombong (Qs. Al-Mu’min: 60).Rasulullah juga bersabda, “Do’a itu bermanfaat terhadap apa yang menimpa atau yang belum menimpa. Oleh karena itu wahai sekalian hamba Allah, hendaklah kalian berdo’a.” (HR. At-Tirmidzi)Nah, ketika kita hendak berbelanja ada banyak pahala yang dapat kita raup melalui do’a dalam sekali perjalanan saja. Dimulai dengan do’a keluar rumah, do’a naik kendaraan hingga do’a masuk pasar. Adapun do’a masuk pasar yaitu:

    لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

    “Tiada ilah yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dialah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dan, Dia Maha Hidup Kekal, tidak pernah mati. Di tangan-Nyalah segala kebaikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang masuk pasar, lalu mengucapkan do’a (tersebut), maka Allah akan mencatat satu juta kebaikan baginya dan akan menghapus satu juta keburukan baginya, dan akan mengangkat derajatnya satu juta tingkatan.” (HR. Tirmidzi, Hakim dan Ibnu Majah)

    Majdi bin ‘Abdul Wahhab Al-Ahmad dalam Syarh Hisnul Muslim-nya menjelaskan maksud dari “dan akan mengangkat derajatnya satu juta tingkatan” yaitu orang tersebut akan mendapatkannya di surga. Sedangkan maksud dari “diangkatnya derajat” adalah kedudukannya setelah membaca do’a lebih tinggi dari kedudukannya sebelum membaca do’a tersebut.

  2. Tidak menyaringkan suara dengan berbagai pertengkaran dan perdebatan.
    Di antara sifat kepribadian Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah bahwasanya beliau bukanlah seorang yang keras kepala atau keras hati dan bukan pula orang yang suka teriak-teriak di pasar dan juga bukan orang yang membalas keburukan dengan keburukan, akan tetapi ia memaafkan dan mengampuni (HR. Al-Bukhari).
  3. Menjaga kebersihan pasar. Pasar tidak boleh dicemari dengan kotoran dan sampah, karena hal tersebut dapat melumpuhkan arus jalanan dan menjadi sumber bau busuk yang mengganggu.
  4. Menjaga agar selalu memenuhi akad dan janji serta kesepakatan-kesepakatan di antara dua belah fihak (pembeli dan penjual).Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu.” (Qs. Al-Ma’idah: 1)
  5. Mengukuhkan jual beli dengan persaksian atau catatan (dokumentasi).Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman, yang artinya, “Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli.” (Qs. Al-Baqarah: 282).
  6. Bersikap longgar dan memberikan kemudahan di dalam proses jual beli.Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Allah akan belas kasih kepada seorang hamba yang bersikap longgar apabila menjual, bersikap longgar apabila membeli dan bersikap longgar apabila membayar hutang.” (HR. Al-Bukhari).
  7. Jujur, terbuka dan tidak menyembunyikan cacat barang jualan.Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim itu adalah saudara muslim lainnya, maka tidak halal bagi seorang muslim membeli dari saudaranya suatu pembelian yang ada cacatnya kecuali telah dijelaskannya terlebih dahulu.” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani).
  8. Jangan mudah mengobral sumpah di dalam berjual beli.Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Hindarilah banyak bersumpah di dalam berjual-beli, karena sumpah itu dapat melariskan barang dagangan kemudian menghilangkan barakahnya.” (HR. Muslim).
  9. Menghindari penipuan, kecurangan dan pengkaburan serta berlebih-lebihan di dalam menarik keuntungan.Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallampernah menjumpai setumpuk gandum, maka Nabi memasukkan tangannya ke dalam tumpukan tersebut, maka jari-jemarinya basah. Maka beliau bersabda, “Apa ini, wahai si pemilik makanan?” Pemilik makanan menjawab, “Terkena hujan, wahai Rasulullah.” Maka Nabi bersabda, “Kenapa bagian yang basah tidak kamu letakkan di paling atas agar dilihat oleh manusia? Barangsiapa yang curang terhadap kami, maka ia bukan dari golongan kami.” (HR. Muslim).
  10. Menghindari perbuatan curang di dalam menakar atau menimbang barang dan tidak menguranginya.Allah berfirman, yang artinya, “Celakalah bagi orang-orang yang curang, yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (Qs. Al-Muthaffifin: 1-3).
  11. Menghindari riba, penimbunan barang dan segala perbuatan yang dapat merugikan orang banyak.Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Allah mengutuk (melaknat) pemakan riba, pemberinya, saksi dan penulisnya.” (HR. Ahmad, dan dishahihkan oleh Al-Albani). Dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan menimbun barang kecuali orang yang salah.” (HR. Muslim).
  12. Membersihkan pasar dari segala barang yang haram diperjual belikan.
  13. Menghindari promosi-promosi palsu yang bertujuan menarik perhatian pembeli dan mendorongnya untuk membeli, karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah melarang najasy (Muttafaqun’alaih). Najasy adalah semacam promosi palsu.
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesama kamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.” (Qs. Al-Nisa: 29).
  14. Hindarilah penjualan barang rampasan (hasil ghashab) dan curian.
  15. Menundukkan pandangan mata dari wanita dan menghindar dari percampurbauran dan berdesak-desakan dengan mereka.Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya, “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” (Qs. An-Nur: 30-31)
  16. Selalu menjaga syi`ar-syi`ar agama (shalat berjama`ah, dll), tidak melalaikan shalat berjama`ah karena berjual-beli. Maka sebaik-baik manusia adalah orang yang keduniaannya tidak membuatnya lalai terhadap masalah-masalah akhiratnya atau sebaliknya.Allah berfirman, yang artinya, “Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) menunaikan zakat.” (Qs. An-Nur: 37).Pada intinya, ketika berada di pusat perbelanjaan mata kita akan disuguhi dengan pemandangan yang serba menarik. Barang-barang yang bagus, bahkan orang-orang yang berpenampilan menarik menggoda hati-hati yang lalai. Maka tak heran jika setan pun betah berada di tempat-tempat seperti ini. Nah, supaya aktivitas belanja kita lebih efektif dan bermanfaat, ada beberapa tips yang mungkin dapat membantu.

Tips 1. Perhatikan penampilan

Ada sebagian wanita yang menjadikan shopping atau berbelanja sebagai sarana untuk ngeceng. Demi mendapatkan perhatian dari orang-orang, mereka rela duduk di depan kaca selama berjam-jam dan memoles dirinya agar terlihat cantik. Maka tidak mengherankan apabila mereka tidak merasa takut atau risih, namun justru akan tersenyum bangga ketika laki-laki menggoda mereka karena dandanan mereka yang aduhai. Bertaqwalah wahai kaum wanita! Sesungguhnya setan telah menemukan banyak celah untuk menggoda manusia melalui dirimu. Jangan sampai engkau buat dirimu yang begitu berharga dan mulia tercampak menjadi sekerat daging yang hina.

Jangan salahkan apabila laki-laki tidak menghargaimu karena engkau pun tidak menghargai dirimu. Janganlah engkau ceroboh, sesungguhnya kecantikanmu hanya akan ditemukan oleh laki-laki fasik bila engkau mengumbarnya di mana-mana. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memuliakan kita dengan syari’at-Nya. Hendaknya kita jaga diri kita dengan berhijab yang benar karena hijab itulah yang akan menyelamatkan kita dari pandangan khianat laki-laki yang tidak bertaqwa. Jangan lupa pula untuk membawa make-up kita yang paling berharga, yaitu malu. Sungguh make-up ini akan membantu menjaga diri kita. Wallahul musta’an.

Tips 2. Buat daftar belanjaan yang akan dibeli

Sebelum kita memutuskan untuk keluar rumah, jangan lupa membuat daftar barang-barang yang akan kita beli. Alangkah baiknya jika kita tengok terlebih dahulu kebutuhan apa saja yang habis sehingga bisa kita masukkan ke dalam daftar belanjaan kita. Setelah itu, kita dapat membuat daftar kebutuhan kita dalam jangka panjang, misalnya kebutuhan untuk sepekan, dua pekan atau bahkan bulanan. Dengan demikian, kita tidak perlu menghabiskan waktu untuk mondar-mandir ke pasar atau supermarket setiap hari.

Daftar belanjaan juga akan membantu mengingatkan kita jika ada barang yang lupa dibeli, selain itu juga menghindarkan kita dari belanja barang-barang yang terlihat begitu menarik ketika di toko, namun ternyata ketika sampai di rumah kita bingung sendiri, mau diapakan barang tersebut.

Tips 3. Jangan bawa uang berlebih!

Peringatan untuk wanita yang hobi berbelanja! Jangan sekali-kali membawa uang lebih dari perkiraan harga seluruh belanjaan dalam list kita. Kalaupun membawanya, usahakan secukupnya saja sebagai jaga-jaga jikalau terjadi sesuatu dalam perjalanan. Membawa uang terlalu banyak akan merepotkan bagi kita yang mudah tergoda dengan barang-barang yang menarik. Apabila uang yang kita bawa hanya cukup untuk membeli barang yang kita perlukan, tentunya kita tidak mungkin akan membeli barang-barang lainnya.

Tips 4. Jangan lupa berdo’a!

Tips 5. Jagalah pandangan

Rumah adalah sebaik-baik tempat perlindungan bagi kaum wanita. Oleh karena itu, apabila wanita keluar dari rumahnya, maka setan akan menghiasinya sehingga tampak begitu menarik hati. Namun bukan berarti kaum wanita akan terhindar dari godaan sementara setan menempatkannya sebagai penggoda. Sesungguhnya wanita adalah saudara laki-laki, apa yang membuat saudaranya terfitnah maka hal itu juga dapat menimpanya.

Jangan disangka hanya laki-laki saja yang dapat terfitnah oleh wanita, sesungguhnya setan dapat menancapkan panahnya pada setiap manusia yang lemah hatinya. Demikian pula halnya dengan wanita yang dapat terfitnah oleh laki-laki disebabkan pandangan mata. Sedangkan laki-laki mungkin pula hatinya tertimpa fitnah disebabkan pandangan mata wanita tersebut terhadapnya. Allah berfirman, yang artinya, “Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” (Qs. An-Nuur : 31)

Tips 6. Bekali diri dengan ilmu dan sabar

Sebagai seorang muslimah, tentunya kita harus mendasarkan segala perbuatan kita dengan ilmu agama. Demikian pula ketika berbelanja kita membutuhkan ilmu agar hak penjual maupun hak kita sebagai pembeli dapat terpenuhi. Selain itu, di jaman sekarang ini kita juga sering mendengar adanya produk-produk yang dijual di pasaran yang ternyata tidak jelas kehalalannya.

Tidak hanya bermasalah dengan keadaan barang dagangan, terkadang kita juga harus berhadapan dengan penjual yang kurang ramah dan wajah bersungut-sungut. Wajar hati merasa kesal, namun merupakan suatu keutamaan menjadikan sabar sebagai obat ketika menghadapi situasi seperti ini.

Belanja memang menyenangkan, namun jangan sampai asyiknya berbelanja membuat kita terlena dan terjebak dalam hal yang sia-sia. Wallahu a’lam bishshawab.

Maraji’:

Manhajus Salikiin, Syaikh Abdurrahman bin Nashr As-Sa’di
Syarah Hisnul Muslim (terjemah), Majdi bin ‘Abdul Wahhab Al-Ahmad
Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari, Darul Haq

 

Source “http://muslimah.or.id/akhlaq/asyiknya-belanja-jangan-sampai-lupa.html”

 

Nah, sudah tau kan etika berbelanja.