Tampilkan postingan dengan label Poet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poet. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2012

Puisi Pak Habibie untuk almarhumah Istrinya…tercinta

 

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.


Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.


Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam
diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa
setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong
melompong, hilang isi.


Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau
gersang.


Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.


Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau
ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga
aku mampu mencintaimu seperti ini.


Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.


selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,


selamat jalan,
calon bidadari surgaku ....

Selasa, 04 Januari 2011

Di manakah kita ????

Aku khawatir terhadap suatu masa

yang rodanya dapat menggilas keimanan.

Keyakinan hanya tinggal pemikiran,

yang tak berbekas dalam perbuatan.

Banyak orang baik tapi tak berakal,

ada orang berakal tapi tak beriman.

Ada lidah fasih tapi berhati lalai,

ada yang khusyuk tapi sibuk dalam kesendirian.

Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis.

Ada ahli maksiat yang rendah hati bagai sufi.

Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat

Dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat.

Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat

Dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut.

Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan

Dan ada pelacur yang tampil jadi figur.

Ada orang berilmu tapi tak paham,

ada yg paham tapi tak menjalankan.

Ada yang pintar tapi membodohi,

ada yg bodoh tak tahu diri.

Ada orang beragama tapi tak berakhlak

Dan ada yang berakhlak tapi tak bertuhan.

Lalu di antara semua itu di mana kita berada?

-ustad RAHMAT AZIS-

Sabtu, 24 April 2010

Jika Hidup Untuk Ibadah..

Jika Hidup Tidak untuk Ibadah

 

Terus Aku mau ngapain?
Aku pergi pagi 
Dengan semangat mencari duniawi 
Jika angkot macet, langsung berganti sewa taksi
Agar harta buruan tidak beralih dari sisi 
Aku pulang malam
Dengan jasad yang kelelahan 
Sampai di rumah mendekam sampai pagi datang
Mungkin Aku lupa 
Rasulullah saw bagaikan rahib di malam hari 
Dan menjadi singa di siang hari 
Sementara Aku 
Tak peduli siang tak peduli malam 
Yang penting dunia dalam genggaman
Sahabat sedikit aku ingin renungkan
Apa sih yang ingin kugapai sampai harus membanting tulang 
Apa sih yang ingin kubangun hingga pagi datang 
Apa sih yang ingin kuraih hingga tubuh begitu meradang 
Jujur saja, untuk urusan perutku bukan?
Buat beli martabak atau nasi 
Masuk perut dan kemudian raib menjadi kotoran 
Jujur saja, untuk urusan rumah tempat Aku tinggal bukan?
Buat beli keramik, AC ataupun busa
Dinikmati, rusak, ganti lagi tak berkesudahan 
Jujur saja, untuk urusan kesenangan anak-anak yang Aku rindukan bukan?
Buat pakaian, mainan, ataupun poster-poster idaman 
Dinikmati, menghilang dari pandangan 
Jika Aku hidup hanya untuk itu semuanya 
Maka harga diriku 
Nilainya sama dengan apa yang Aku makan 
Nilainya sama dengan apa yang Aku keluarkan dari perut hitam 
Nilainya sama dengan apa yang Aku rindukan 
Karena jasadku tak ubahnya tembolok karung
Tempat penyimpanan semua makan yang Aku makan 
Karena jasadku tak ubahnya perekat 
Tempat semua kesenangan dunia melekat 
Sepekan, setahun, sewindu Aku bangun sejuta pundi uang 
Ternyata Aku lupa bahwa kelak yang ku bangun itu pasti ku tinggalkan 
Ternyata Aku lupa bahwa tempat tinggalku sesudahnya hanya lubang yang kelam 
Tapi sahabat 
Jika engkau hidup untuk ibadah 
Tidak ada setitik harapan pun yang kelak dirugikan 
Tiada seberkas amal pun yang tiada mendapat balasan 
Tapi di dalamnya penuh ujian dan batu karang 
Dan engkau harus yakin penuh akan janji Allah
Tapi di dalamnya tidak lekas kau dapatkan keindahan
Dan engkau harus yakin bahwa inilah jalan kebaikan
Sahabat 
Janganlah terlena dengan kesenangan fana 
Janganlah terlena dengan gemerlapnya dunia 
Itulah yang Allah berikan sebagai hak para musyrikin di dunia 
Tiada usah kamu iri dan berpikir tuk hanyut bersamanya 
Karena kau tahu kehidupan mereka sesudahnya adalah neraka 
Dan mereka kekal di dalamnya 
Sahabat 
Jangan sia-siakan hidup di dunia 
Bangun rumah ibadah 
Jika kau diluaskan harta, kembalikan di jalan Allah 
Jika kau diluaskan waktu, hibahkan di jalan ibadah 
Jika kau diluaskan tenaga, berikan untuk lapangnya jalan dakwah 
Jika kau diluaskan pikiran, gunakan untuk merenungi ayat-ayat-Nya 
Jika kau diluaskan usia, maksimalkan berikan yang terbaik untuk-Nya 
Sahabat 
Jalan ibadah inilah yang membedakan kita 
Dengan para pendusta ayat-ayat-Nya 
Dan jika engkau hidup di dunia ini tidak untuk tegakkan risalah-Nya 
artinya Akupun sama dengan mereka 
Yang lebih menyukai neraka ketimbang surga 
Dan jika engkau hidup di dunia ini sebagai tujuan 
Ingatlah bahwa tak lama lagi ruhkupun bakal dicabut dari raga 
Karena 
Ternyata Aku akan sama dengan ayam 
Yang pergi pagi pulang petang 
Kurang petang tambahin nyampe tengah malam--
Tapi masih mendingan ayam 
Karena ia rutin bangun sebelum adzan 
Dan teriakkan lagu keindahan
Tapi kamu 
Rutin subuh setengah delapan 
Apalagi kalo akhir pekan 
Bisa jadi subuh hengkang dari pikiran 
Tapi masih mendingan ayam 
Karena ia berani pilih makanan yang ia inginkan 
Tapi Aku 
Aku embat semua yang ada di hadapan 
Tidak peduli daging, tumbuhan, ataupun batu hitam 
Naudzubillah ..... 
Mudah-mudahan Allah masih berkenan menatap kita, Saat ini.... 
Hanya sekedar menatap kita, tak lebih 

 

Digubah dari puisi "Jika Hidup Tidak Untuk Dakwah" by Agus Sudjarwo

Jumat, 16 April 2010

Redup Yang Tetap Menyala

Redup yang Tetap Menyala

Atau seperti cahaya itu...
Yang kian kuat menembus kelam

Atau seperti diam itu...
Yang kian kukuh terpaku dalam bingung

Atau seperti gerak itu...
Yang tetap teguh dalam sengal lelah

Atau seperti lembut itu...
Yang lihai menyusup setiap hati

Atau seperti apa adanya...
Tanpa kamuflase apapun

Inilah jiwa telanjangku
Inilah inginku yang kian menggejolak

Inilah aku dengan segala kelemahan dalam keterasingan
Keterbatasan memberi dalam memompa ruhiyah jiwa-jiwa lain

Inilah aku...
Inilah tentang aku...

Inilah hitam-putih pelangiku
Inilah nyala-redup gemintangku

Sejenak saja...
Biarkan aku bermanja di pangkuan senja
Sandarkan lelahku tanpa keluh
Nikmati tepi hari dengan suguhan dzikir

Sabtu, 06 Maret 2010

Bingkai Hati..

Bingkai itu pernah kau campakkan, retak dan ku punguti dengan linangan air mata. Bingkai itu pernah terlupakan, dan kini kau mengingatnya kembali.

Lalu, untuk apa? Karena toh kedatanganmu bermakna satu tusukan luka.


Mengakuimu pernah menjadi bagian terindah dari hidup ini pernah ku lakukan, dan memang kau pernah menjadi yang terindah. Namun tidak untuk saat ini. Setelah berderet luka yang tercipta, setelah ku bungkam atas nama cinta.


Bingkai itu kini telah cacat meski utuh membentuk fungsinya. Dan kini pada masa yang tak pernah diduga sebelumnya,  bingkai hati akan segera menjalankan takdirnya.


Kau tak hanya terlambat, tapi memang tidak diterima kembali. Itu bukan kutukan atau balas dendam, tapi sebuah konsekuensi dari pilihan sikap yang pernah kau lakukan. Meski sejujurnya selama ini, setiap mengingatmu adalah meruaknya rasa nyeri dan (jujur) kerinduan.


Namun lukaku lebih hebat dari yang dikira siapapun, karena luka itu tercipta dari harap dan cinta yang teramat sangat. Dan aku masih terpuruk hingga hati itu datang,  hati yang menawarkan sepetak tempat peristirahatan.

Hati yang penuh dengan kesadaran ku bingkai dalam deraian kasih sayang yang bukan biasa. Dan aku terpana pada keikhlasannya menerima dan menjalani takdir dalam titahNya. Dan aku termagnet mengikutinya pada sumber segala cinta yang selama ini terabaikan.


Aku akan jatuh cinta, dan aku tahu itu. Tapi bukan padamu lagi, tapi bukan untukmu lagi. Ada hati yang siap ku bingkai, meski bingkai itu cacat dengan baluran lem disana-sini.


Lihat bingkai yang pernah tercampakkan itu, lihat baik-baik bingkai cacat itu, kini telah bersiap menjadi bingkai hati yang begitu bening.


Selamat tinggal kelam, selamat tinggal luka, selamat tinggal masa lalu. Kini aku akan melangkah dengan hidup yang baru, hidup yang memulakan perjalanan panjang, hidup yang sebenarnya, hidup yang menghidupkan. Hidup dalam nanguan cinta seorang hamba kekasihNya.

Sabtu, 20 Februari 2010

Teach Me How To Dream

Teach Me How To Dream :.

clip_image001

I only see things black and white
Never shades of gray
My eye don't work that way, no
I can't imagine fantasies
They never cross my mind
Could be why I'm lonely time to time
Only you
Only you can reach me now
Can you teach me how
Teach me how to dream
Help me make a wish
If I wish for you
Will you make my wish come true
I'm a stranger here
Strange as it may seem
Take me by the heart
Teach me how to dream
You lift me up and give me hope
every single day
I never dreamed that I
Could feel this way
When I'm down
I know where I am gonna turn
I've got so much to learn
Teach me how to dream
Help me make a wish
If I wish for you
Will you make my wish come true
I'm a stranger here
Strange as it may seem
Take me by the heart
Teach me how to dream
And when I turn out the lights
I turn to you for my inspiration
Long as we're together
You and me
We're gonna dream forever
Teach me how to dream
Help me make a wish
If I wish for you
Will you make my wish come true
I'm a stranger here
Strange as it may seem
Take me by the heart
Teach me how to dream


by :
.: Robbie McAuley - Teach Me How To Dream :.

Senin, 25 Januari 2010

Tahukah Kamu Tentang Mawar ???

Dear Afnan Space..

Saya suka sekali puisi ini, puisi ini saya dapat dari blog http://rifarida.multiply.com/..Semoga tidak keberatan puisinya saya kutip di blog saya

Tahukah kamu tentang mawar ?????

Ia adalah ratunya bunga. Simbol ungkapan kasih sayang tak mengenal kasta. Mampu singgah di pekarangan jiwa siapapun, dan tetap cantik menghiasi sudut hati manapun.

 
Tahukah kau tentang mawar?
Ia bunga segala keadaan. Tak menolak  ada dalam duka, terlebih suka cita. Tepikan jenuh dengan suguhan warna-warninya. Semerbakkan wewangian tanpa kau minta.


Tahukah  kau tentang mawar? 
Ia refleksi kemandirian. Kesajatian bunga yang mampu berdaya sendiri, terlebih membela dan melindungi diri. Itulah mengapa sebabnya ia punya runcing diri.  


Tahukah kau tentang mawar?
Ia ajarkan tentang ketegaran, pada setiap takdir yang  menerpanya. Sangat pahami hakikat hidupnya, hingga tak pernah mengeluh apalagi takut, jika senja datang gugurkan kelopaknya.


Ya, seperti mawar itu, yang kukuhkan diri dengan warna beraninya. Perjelas diri dengan ketegasan aura, dan mencipta pembatas dengan runcing durinya. Perpaduan idealis dan naturalis dalam hemogeni kehidupan, menjadi begitu elegan, namun tetap layak disebut anggun.

 
Subhannallah...
Maha sempurnanya pencipta mawar. Pemilik sejati keindahan. Dialah Allah. Sungguh, tak ada yang cacat di ciptaNya, apalagi sia-sia. Lalu, pantas saja jika IA meletakkan diriNya di posisi utama dan pertama pada rasa cinta dan kekaguman manusia

Selasa, 16 Juni 2009

Definisi Cinta

Lagi suka2nya sama puisi ini.Puisi aku kutip dari Novel Ketika Cinta Bertasbih.Yang udah baca pasti tau.

Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang
lebar.
Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada
keteranganku sendiri.
Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan
terang.
Namun tanpa lidah,
cinta ternyata lebih terang
Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya
Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai
kepada cinta
Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya
Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur
Cinta sendirilah yang menerangkan cinta
Dan percintaan!

ALLAH IS ENOUGH FOR ME

Allah Is Enough For Me

by Zaïn Bhikha

When he was placed in the well
or locked in the dungeon
betrayed by his own flesh and blood
convicted of what he did not
handsome Yusuf sighed
Allah is enough for me!
Taken in as a slave
made to work night and day
resisting all temptation
Allah is enough for me!
Until the king had a dream
Many hard years had gone by
patience and repentance
Allah is enough for me!
Till...the fortunate day
there he sees his father
in the land of content
Allah is enough for me!
Handsome Yusuf cried
Allah is enough for me!
Every night brings a new day
Allah alleviates all pain
Everything has its end
Allah is enough for me!
Everything has its end
Allah is enough for me!
Allah is enough for me
!

its source : Here