Sabtu, 24 April 2010

Jika Hidup Untuk Ibadah..

Jika Hidup Tidak untuk Ibadah

 

Terus Aku mau ngapain?
Aku pergi pagi 
Dengan semangat mencari duniawi 
Jika angkot macet, langsung berganti sewa taksi
Agar harta buruan tidak beralih dari sisi 
Aku pulang malam
Dengan jasad yang kelelahan 
Sampai di rumah mendekam sampai pagi datang
Mungkin Aku lupa 
Rasulullah saw bagaikan rahib di malam hari 
Dan menjadi singa di siang hari 
Sementara Aku 
Tak peduli siang tak peduli malam 
Yang penting dunia dalam genggaman
Sahabat sedikit aku ingin renungkan
Apa sih yang ingin kugapai sampai harus membanting tulang 
Apa sih yang ingin kubangun hingga pagi datang 
Apa sih yang ingin kuraih hingga tubuh begitu meradang 
Jujur saja, untuk urusan perutku bukan?
Buat beli martabak atau nasi 
Masuk perut dan kemudian raib menjadi kotoran 
Jujur saja, untuk urusan rumah tempat Aku tinggal bukan?
Buat beli keramik, AC ataupun busa
Dinikmati, rusak, ganti lagi tak berkesudahan 
Jujur saja, untuk urusan kesenangan anak-anak yang Aku rindukan bukan?
Buat pakaian, mainan, ataupun poster-poster idaman 
Dinikmati, menghilang dari pandangan 
Jika Aku hidup hanya untuk itu semuanya 
Maka harga diriku 
Nilainya sama dengan apa yang Aku makan 
Nilainya sama dengan apa yang Aku keluarkan dari perut hitam 
Nilainya sama dengan apa yang Aku rindukan 
Karena jasadku tak ubahnya tembolok karung
Tempat penyimpanan semua makan yang Aku makan 
Karena jasadku tak ubahnya perekat 
Tempat semua kesenangan dunia melekat 
Sepekan, setahun, sewindu Aku bangun sejuta pundi uang 
Ternyata Aku lupa bahwa kelak yang ku bangun itu pasti ku tinggalkan 
Ternyata Aku lupa bahwa tempat tinggalku sesudahnya hanya lubang yang kelam 
Tapi sahabat 
Jika engkau hidup untuk ibadah 
Tidak ada setitik harapan pun yang kelak dirugikan 
Tiada seberkas amal pun yang tiada mendapat balasan 
Tapi di dalamnya penuh ujian dan batu karang 
Dan engkau harus yakin penuh akan janji Allah
Tapi di dalamnya tidak lekas kau dapatkan keindahan
Dan engkau harus yakin bahwa inilah jalan kebaikan
Sahabat 
Janganlah terlena dengan kesenangan fana 
Janganlah terlena dengan gemerlapnya dunia 
Itulah yang Allah berikan sebagai hak para musyrikin di dunia 
Tiada usah kamu iri dan berpikir tuk hanyut bersamanya 
Karena kau tahu kehidupan mereka sesudahnya adalah neraka 
Dan mereka kekal di dalamnya 
Sahabat 
Jangan sia-siakan hidup di dunia 
Bangun rumah ibadah 
Jika kau diluaskan harta, kembalikan di jalan Allah 
Jika kau diluaskan waktu, hibahkan di jalan ibadah 
Jika kau diluaskan tenaga, berikan untuk lapangnya jalan dakwah 
Jika kau diluaskan pikiran, gunakan untuk merenungi ayat-ayat-Nya 
Jika kau diluaskan usia, maksimalkan berikan yang terbaik untuk-Nya 
Sahabat 
Jalan ibadah inilah yang membedakan kita 
Dengan para pendusta ayat-ayat-Nya 
Dan jika engkau hidup di dunia ini tidak untuk tegakkan risalah-Nya 
artinya Akupun sama dengan mereka 
Yang lebih menyukai neraka ketimbang surga 
Dan jika engkau hidup di dunia ini sebagai tujuan 
Ingatlah bahwa tak lama lagi ruhkupun bakal dicabut dari raga 
Karena 
Ternyata Aku akan sama dengan ayam 
Yang pergi pagi pulang petang 
Kurang petang tambahin nyampe tengah malam--
Tapi masih mendingan ayam 
Karena ia rutin bangun sebelum adzan 
Dan teriakkan lagu keindahan
Tapi kamu 
Rutin subuh setengah delapan 
Apalagi kalo akhir pekan 
Bisa jadi subuh hengkang dari pikiran 
Tapi masih mendingan ayam 
Karena ia berani pilih makanan yang ia inginkan 
Tapi Aku 
Aku embat semua yang ada di hadapan 
Tidak peduli daging, tumbuhan, ataupun batu hitam 
Naudzubillah ..... 
Mudah-mudahan Allah masih berkenan menatap kita, Saat ini.... 
Hanya sekedar menatap kita, tak lebih 

 

Digubah dari puisi "Jika Hidup Tidak Untuk Dakwah" by Agus Sudjarwo

0 comment:

Poskan Komentar